
WikiLeaks telah mempublikasikan kumpulan tool untuk hacking milik Central Intelligence Agency Amerika (CIA). Kumpulan tool ini dengan code name “Vault 7”, adalah dokumen rahasia terbesar yang pernah dipublikasikan oleh WikiLeaks.
Alat-alat yang diduga adalah koleksi malware untuk menargetkan komputer dan router berbasis Windows, Android, iOS, Linux, dan MacOS. WikiLeaks telah merilis 8761 dokumen dan file, dan berjudul Year Zero.
WikiLeaks' #Vault7 reveals gaping holes in all popular operating systems + anti-viruses programs https://t.co/K7wFTdlC82 pic.twitter.com/QHs8JYF0FR— WikiLeaks (@wikileaks) March 7, 2017
Menurut WikiLeaks, CIA memiliki seluruh unit yang didedikasikan untuk meretas data dari perangkat Apple. Hal ini juga menyatakan bahwa CIA telah membuat koleksi 24 Android Zero Days.
WikiLeaks mengatakan bahwa dokumen-dokumen dan file tersebut diperoleh dari “jaringan dengan keamanan tingkat tinggi dan terisolasi” di Pusat Cyber Intelligence CIA di Langley.
If you're writing about the CIA/@Wikileaks story, here's the big deal: first public evidence USG secretly paying to keep US software unsafe. pic.twitter.com/kYi0NC2mOp— Edward Snowden (@Snowden) March 7, 2017
Press release WikiLeaks mengatakan bahwa ia memiliki mayoritas gudang hacking milik CIA, yang mencakup ‘malware, virus, trojan, weaponized ‘zero day’ exploits, sistem remote control malware dan dokumentasi terkait.
Menariknya, beberapa tool hacking remote memiliki kekuatan untuk mengubah perangkat elektronik, termasuk Samsung TV, menjadi agen mata-mata.
@wikileaks— St. MAGA (@pepe_wise) March 7, 2017
This has set the @CIA back to the stoneage.
Thank you @JulianAssange, thank you.#Vault7 pic.twitter.com/nbBpyCAZ5F
COMMENTS